http://www.blogger.com/html?blogID=18866661 Edit HTML eruan

Tuesday, January 21, 2014

brotherhood

Pengendara honda grand plat merah itu tiba-tiba menawarkan bantuan
"step mas?" ujarnya menyapaku di tengah perempatan ringroad jalan paris.
hujan, klebus, mesin mati menjadi cukup alasan untuk menerima tawarannya.

sesaat kemudian vespaku melaju pelan menembus derasnya hujan, hingga tepat
di depan alfamart aku berhenti dan pengendara motor itu pun melanjutkan
perjalanannya sesaat setelah kuucapkan terima kasih.

bantuan itu begitu saja datang saat aku memutuskan berhenti menyumpahi
kesialanku saat pistonku tiba-tiba terkuci karena over heat dibawah derasnya
hujan sore ini.

keputusan untuk bersabar, mulai tersenyum dan menikmati genangan air
yang merendam bootku, merasakan segarnya mandi hujan dan menatap
semangat ke depan untuk tetap menuntun vespa menuju rumah

saat semuanya terasa ringan, Bantuan pun datang dan kian ringan laaaah
hahahahha thx God!

Monday, April 11, 2011

Bloody Bluedreg

Kusantap sarapanku dengan lahap pagi ini, namun di sela-sela sendok ke 4...sekelebat ku tangkap ekspresi sayu boneka jumbo selamat datang berwarna merah . Wajahnya ditekuk selayak trenggiling, kepalanya yang gede bangeeeeet mendominasi separo tinggi badannya. Tak berapa lama boneka kuning diletakkan seorang pramusaji, Ia pun tersenyum dengan plitur yang masih segar, tampaknya boneka ini baru saja datang dari opname beberapa hari di tukang kayu.

Leher si Merah mendongak kaku, angkuh menatap tajam ke arah boneka kuning di depannya, "Berat banget nih, aku harus ngedatengin 500 pengunjung sampe sore ntar". Sontak tumpukan flyer, sepasang X-Banner dan boneka kucing menoleh ke arahnya, dari atas pun neon board dan hanging banner menatap tajam ke bawah mencari asal suara itu. Boneka kuning terperangah mendengar keluhan itu lalu menawarkan diri untuk berbagi traget "250-250 lah" ujarnya.

Tak lama berselang satu persatu pramusaji sift pagi berdatangan menggantikan teman mereka di sift malam. Mereka masuk sambil mengelus kepala boneka merah, seolah menaruh banyak harapan padanya, ajaib lehernya yang kaku mulai lentur menopang kepala angkuhnya. Ia pun mulai menarik pengunjung dengan goyang "tina toon"nya, tersenyum bangga saat satu persatu pengunjung mulai berdatangan. Seolah karena jasanya lah warung ini ramai, karena anak kecil yang suka bermain dengan goyang kepalanya lalu mengajak orang tuanya untuk makan disana, karena pengunjung senang menggoyangkan kepalanya.

Akumulasi bangga berlebihan ini membuat kepalanya kian membengkak, pipinya menggembung membatasi arah pandangnya. Ia tidak mau lagi melihat kawan-kawannya, hanya bergoyang semenarik mungkin hingga engselnya tak kuat lagi menahan beban kepalanya. Patah di akhir tahun.

Friday, January 28, 2011

Roti Hawu-Hawu

Spesies roti ini ditemukan di daerah Porong, tepatnya di atas gerbong KA Kahuripan oleh segerombolan backpackers dalam perjalanannya menuju Bali, saat mereka merasa kelaparan sementara persediaan cruncy-cruncy mereka mulai menipis. Jadilah aku mengeluarkan cruncy andalanku roti coklat manis yang dioven sangat kering. Sebetulnya roti ini cukup populer di kalangan anak kost dan pasien RS, cara mengkonsumsinya pun mudah cukup dicelupkan ke teh, kopi atau susu panas lalu segera masukkan ke mulut sebelum patah hehehehe. Masalahnya roti ini sangat tidak keren dibandingkan cruncy-cruncy lainnya seperti Oreo, Blaster dan Beng-beng.

Nah saat plastik hitam mulai kubuka secercah pancaran sinar pun mulai menyilaukan mata para backpackers . Mereka pun menjulurkan tangannya dan merogoh masuk ke dalam hingga menyentuh obat mustajab pemusnah lapar. Keheningan pun terjadi... sunyi... hanya suara mulut yang mengunyah sambil menyantap satu demi satu roti kering ini, tiba-tiba James memecah kesunyian “ini roti apa yaa?” dengan spontan dan mulut penuh, aku pun menjawab “hawu hawu hawu hawu” dengan remah-remah yang menyembur kemana-mana hahahaha:)

Semenjak itu kami pun mulai bereksperimen menemukan jenis lain dari spesies hawu-hawu eh malah nemu metode baru dari jeruk yang dihawu-hawu jadinya muncrat-muncrat…

Monday, January 17, 2011

Bebek Pedes RM Ella Pekayon Jaya

Melintasi Kali Malang Bekasi di sore hari nan cerah memang membuat hati gumbira, dipadu dengan laper yang tiba-tiba mendera perut. Aku dan Boy, desainer di kantorku mampir ke warung bebek ini. Tempatnya nyempil di Jl Ahmad Yani, patokannya kalo dari Tol Bekasi barat muter ke arah pom bensin Petronas nah gak jauh dari situ ntar kliatan.

Warung ini cuma jual single menu seharga 16.000 sepotong paha/dada bebek berselimut sambel puedeeeeeeus. Sepiring timun sengaja disiapin di sebelahnya buat menambah cita rasa segar saat kepedesan. Suapan pertama masih gak kerasa pedes...mulai di piring ke dua sumbu makin pendek dan saat meledak..wuiiiiih muka merah, keringet mule kluar dari tlinga, punggung, leher..wuaaaaah M.A.N.T.A.B.S!!

Buat yang mampir apa sengaja maen ke Bekasi, gak manteb dah kalo gak kringetan di sini :)

Bakmi Rully

Begitu saja nama itu terlontar dari mas Asep, setelah melihat kumis baplang sang koki. Warung Bakminya terletak di pertigaan arah pasar bendhil hingga RSAL. Menu Favorit kami adalah bakmi, kwetiau dan nasi goreng. Rasanya yang manis dan garing sangat sesuai dengan lidah para mantan mahasiswa Jogja. Tinggal di masa susah pada masa itu telah memaksa lidah kami untuk menikmati beraneka hidangan lokal yang sangat terjangkau. Efeknya citarasa manis begitu melekat untuk menilai makanan dalam kategori enak dan enak banget.

Sedang kumis itu benar-benar mengobati rasa rindu kami pada seorang sahabat yang memilih untuk kembali ke Jogja, Bali Deso Bangun Deso tekadnya. Mendesain dengan energi pecel dan menikmati senja sambil angon bebek. Mas Rully begitu kami menyebutnya, kumisnya yang menjuntai bijak selalu mengiringi beragam celetukan khas jogja.

Silakan mampir ke Bakmi Rully jika sedang melintas di bilangan Bendhil dan pesanlah yang berbau goreng2an J

Copywriting

Mendadak feel ku hilang saat menatap polos lembar kerja MS Word. Berbekal pesan yang harus kusampaikan di brief, memaksaku untuk memasukannya di “Nama Event” yang sedang kubikin. 30 menit berlalu saat rentetan nama berhasil ku susun dengan isi pesan menurutku on brief, sangat malah hingga menyerupai tagline panjangnya.

Tentu Saja Tidak Tepat!

Esensi media penyampaian terlupakan di sini membuat bobotnya tidak proporsional. Jika dipaksakan maka ia akan tumbuh sakit-sakitan, harus direvesi dengan “Nama Event” yang lebih fungsional. Sesuai dengan perannya agar dapat saling mendukung saat dikomposisikan dalam sebuah desain.

Thursday, January 13, 2011

Taman Puring

Dengan dalih makan siang agak jauhan, motor kami menderu menuju tampur dia tengah sengatan matahari siang. Setelah 15 menit berkelit diantara padatnya lalu lintas kami pun mampir di Soto Madun. Menikmati nikmatnya jeroan sebelum dilarang hehehehe, soto madun ini sebenarnya sama seperti soto bogor tapi dia nambahin sambel pecel di kuahnya. Serunya kita boleh nambah sambel pecel ini sesuka hati sesuai selera.

Nah setelah kenyang benderang kita pun melesat menuju Tampur, tempat ini terkenal banget dengan barang KW-nya..kalo diperhatiin semua pedagang disini berlogat batak dan gaul abis. Kaos-kaos surfing tersohor dari mulai Billabong,Stusy, Oakley sampe Quiksilver menjadi komoditas utama dan seragam kerja abang2ini. Selain itu beraneka jenis sepatu, tas-tas cowok-cewek berbagai macam jenis merek ada semua, jam tangan, kaca mata de el el de es be

Gak seru kalo ngomongin dagangan tapi gak ngomongin harga. Peraturan pertama jelas kudu jago nawar, makin rajin tepe-tepe makin murah dapetnya. tadi aku sempet iseng nawar dompet Oakley dari 150 ku tawar 50 eh gak boleh..mo tepe-tepe lagi males...trus ngloyor ajah,berharap buat dipanggil eh gak ada suara abangnya hehehehe. Contoh lain sepatu Crocs sukses ditebus 120rb ajah sama temen-temenku tadi.

Hal unik lainnya adalah kaos Obey Giant yang jelas tembakan karena grafisnya gak detil, sekilas sih mirip cuma liatnya jangan deket-deket. Tadi pedagangnya gak ngasih harga karena aku tembak dulu ini asli apa KW. Salahku juga sih Peraturan no 2 Barang baru ditampur didominasi KW, cuma kan siapa tahu...hehehehe makanaya setelah ku tanya abangnya cuma bilang tawar ajah bang. Kutawar lah 30rb eh gak di kasih mo 50rb kok sayang ya...kaos bajakan harga segitu:)

Satu lagi di sini juga tersempil beberapa barang bekas ori dengan peraturan sama makin jago nawar makin murah...biasanya sih sepatu-sepatu kulit. Coba deh mampir kalo pas lagi di Jakarta, karena lokasinya di Jakarta Selatan jadi ke Blok M dulu ajah dari sini banyak metromini yang lewat Tampur.

Sunday, January 02, 2011

Islamic Centre Samarinda





Cerahnya Samarinda di Minggu Pagi ini menggoda saya untuk hunting di sepanjang tepian bersama istri. Langit biru putih dengan sinar matahari yang berlimpah menemani kami selama hunting. Lokasi pertama yang kami tuju adalah Nasi Kuning depan Hotel Senyiur rekomendasi dari Gema buat isi perut dulu, sesaat setelah memarkir kendaraan saya memesan Nasi Kuning dengan Ikan sementara mila memilih nasi kuning dengan telur. Sambil menyeruput teh susu setelah menghabiskan sepiring nasi kuning, kami membahas Islamic Centre sebagai spot selanjutnya.


Islamic Centre adalah komplek kegiatan umat muslim dengan masjid besar dan beberapa bangunan pendukung seperti sekolah dan hotel, oiya hotel ini masih dalam proses pembangunan. Seluruh komplek terletak tepat di tepi sungai Mahakam membuatnya mudah terlihat dan ditemukan.



Pilar Hogward. Desain pilar yang merupakan perpaduan gaya arab dan eropa kuno mengingatkan mila pada Hogward, sekolah Harry Potter yang belakangan ini sering diputar di HBO.





Teriknya matahari terasa menyengat di sini, karena pohon-pohon masih belum tumbuh besar. Serunya kami pun bebas memotret iringan awan berserak dengan leluasa, mila berhasil memotretnya di area pelataran depan masjid.


Pilar-pilar tinggi membuat suasana di dalam begitu adem dipadu dengan marmer besar yang dingin membuat masjid ini benar-benar nyaman untuk beribadah.



Buat kalian yang ke Samarinda, mampir deh ke sini. Jangan malu buat berpose, soalnya banyak juga yang foto-foto di sini dari yang motret dokumentasi keluarga sampe sesi foto buat prewed atau foto model. Oiya jangan lupa bawa air dingin soalnya panasnya minta ampuuun.

Monday, October 25, 2010

Wonderful Monday

Senen ini seru banget, bayangpun dari semalem udah gedubrakan nyari tandeman kolaborasi. secara copywriter modalnya konsep copybase doang. nah biar maksimal makanya butuh tandeman desainer, tapi semua temen pada sibuk semua. sampe akhirnya dapet Yandri (direkomendasiin boy) udah deh dari kirim ide, sampe tadi pagi motong2 karton buat montingan, ngeprint, ngumpulin data buat form registrasi... phuuuh lega...

sebenernya satu tahap lagi sih, minta tolong pak acing nganterin paket ini ke binus di palmerah...semoga lancar jaya dah...Allahuma Amiiiin

Thursday, September 30, 2010

Positive Thinking For First Aid

Berfikir Positif bagi saya pribadi adalah :

Air bag yang melindungi saya dari sakit hati.

Rem yang menghentikan saya dari salah tuduh.

Perekat silaturahmi pertemanan dan persaudaraan.

Bahan bakar untuk tetap bergembira ria hip hip hura.

Sayap untuk terbang dan melihat dari ketinggian

Keberanian untuk mengutarakan pendapat

Kaca mata indah untuk melihat dunia

Mesin penghasil ide segar

Syukuran Buat Tuhan

SMS Lebaran Buat 2011

Ini plesetan sms yang kukirim buat jawab2in sms selama lebaran 2010 kemaren.

siapa tau bisa jadi inspirasi SMS lebaran 2011 hehehe

1.

Sebelum Mandi

Sebelum Gosok Gigi

Sebelum Cuci Muka

Sebelum Keramas

Yuks Bersihkat Hati

Di hari suci nan fitri

Minal Aidzin Wal Fa Idzin yaa

2.

Yang enak itu gule

Yang dingin itu es

Yang asin itu emping

Yang seger itu tape

Hehehe lebaran yak

3.

Gula Mateng

Pertanda Lebaran

Maapin Yak

4.

Bila Perut Terasa Kenyang

Bila Gulai Terasa Enak

Bila Sirup Terasa Segar

Berarti Lebaran

Maap-maapan yak

5.

Cinta itu masih ada

Dan gule itu masih se panci

Jadi lebaran banget

6.

Slamaat Nggule

Slamaat Ngopor

Slamat Ngupat

Iki ambu2 bakdan

Met lebaran yooo

7.

Saat kau matang

Kau beri kenikmatan

Dan saat kau nikmat

Aroma mu menyeruak

Oh gulai ku selezat maapmu


8.

Gulai Lezat nikmat beraroma

Jadi pertanda hari raya

Ketupat hadir pengganti nasi

Lebaran banget yaaaa

Maap2an yak

9.

Iyaa kadang terselip janur dalam kupat.

Tergigit lengkuas dalam gule

Tertelan sendok dalam lahap

Hehehehe

Seru-seruan lebaran ya maap2an

10.

Dengan mengucap bismillahirahmannirahim

Kita ikhlasken semua salah kita dengan tunai

Sah sah sah

11.

Gule Kambing tlah direbus

Saat aroma menyeruak

Tiada disangkal ini lebaran

Hehehe maap2an yak

12.

Dibatas nikmat dalam kenyang

Tertawan aroma gulai

Hatipun mengucap lirih

Alhamd ini lebaran

Saatnya maap2an yaaa

13.

Yeaaah with the power of

2 plate of opor

4 plate of gulai

4 piece of ketupat

I just wanna say

Please forgive me

14.

Dalam lezat gule kambing

Dalam kupat yang tersiram kuahnya

Tersirat sebersit maap dalam kenyang

Met lebaran mohon maap lahir batin

Sunday, September 26, 2010

Mati Bosen Sampe Mo Masuk Angin

Wiken di kost sendirian, anak-anak kost pada gak tau kemana… Kompas sabtu dah dibaca abis, laptop over heated (secara kamar bebas Freon) mandi sore trus shalat Ashar…terlintas buat tidur tapi hasrat bikin-bikin gak penting makin menggila. Ahirnya kuberjalan sendirian melintasi tepian taman rawa pening nan hijau… sesekali menyapa tukang ojeg yang terduduk ceria menunggu pengojeg lah…masa pembeli emang dia tukang ojeg apaan Jhehehe

Nah beberapa saat melangkah, eh kok ada Galeri Lukisan di Bendhil….setelah melihat lebih dekat ternyata bener Smarta Gallery. Yo wis nyoba masuk buat liat-liat pameran “The Quick Brown Fox Jumps Over Under The Lazy Dog” buat para pecinta coreldraw pasti langsung ngeh kalo ini pameran Typografi. Dari kacamata copywriter, typografi yang dipajang di sini “art base” banget, dimana typografi divisualkan sedemikian rupa sampai bisa memberi makna lebih dari sekedar makna dari angka/huruf.

Seperti “three step of life” di sini angka 3 dimaknai lebih dari sekedar symbol untuk kesatuan benda yang berjumlah tiga, tetapi menjadi tiga tahapan dari hidup yang menceritakan hidup seseorang dari berangkat sekolah di ujung atas, lulus, kuliah, menikah hingga dikubur di ujung bawah.

Serunya lagi waktu ketemu foundernya ada pandu dan rio. Rio yang banyak ngobrol kalo konsep awal galeri ini memang ingin difungsikan sebagai ruang publik seperti common room (bandung), ruang rupa (Jakarta) atau kedai kebun (jogja) dimana setiap orang bebas datang untuk berkumpul dan berdiskusi di sini.

Seru nih dapet tempat buat berwacana, jadi mari kita berwacana dan bergembira…hip hip horrayJ

Thursday, March 18, 2010

Ripel

Di antara hiruk pikuk pitching yang selalu memancing kami untuk bermain, sore ini aku kok ngerasa rileks banget yaaa. Memang kreatif lagi sepi ditinggal dapo cuti dan respati yang izin sakit. Sementara ferdi tengah larut dalam keasyikannya mengolah grafis dengan warna-warni cerah. Zen seperti biasa larut dalam tenang di balik applenya. Nah sesaat yang lalu sempet main ke FBnya niu yang berisi foto-fotonya sebagai model (bakal calon) Model TOP ibu kota, lalu aku main ke FBnya andit trus loncat lagi ke FBnya Upa...menelusur foto-foto sahabatku yang satu ini memang beda dengan yang lain. Seragam tambang lengkap dengan helm dan kameja berfluoresence menjadi pakaiannya saat berfoto dengan latar belakang tanah merah khas hutan kalimantan. Padahal kami sama-sama jebolan komunikasi Fisip UNS dan tekadnya menjadi PR justru yang kulihat membawanya dengan mudah berkarir di mana saja. Hingga saat lulus dan ia harus pulang ke rumah orang tuanya yang sedang dinas di kalimantan pun, sama sekali tidak menjadi penghalang baginya:) 4 thums up neng!!

Kembali ke kantorku, kami di sini tinggal ber 20 dan menikmati hiruk pikuk biro iklan setiap harinya. Meja makan di depan kulkas menjadi saksi bisu kebrutalan kami dalam membahas strategi komunikasi yang paling mustajab buat menyentuh langsung target audiens. Remote pendingin ruangan menjadi hal unik di ruangan kreatif, meski kedua merek ac ini berbeda namun mereka memiliki remote yang sama. Jadi diperlukan keahlian khusus untuk menekan tombol on pada waktu dan tempat yang tepat, kordinat melenceng sedikit bisa-bisa hanya satu saja yang menyala. Kalau sudah begini saat satu AC akan dinyalakan maka AC yang lain akan mati,begitu pula sebaliknya...Maka teruslah mencoba dengan sabar :D hehehehehe


Wednesday, March 17, 2010

Rumah Warujayeng

Merahnya senja menyambutku saat tiba di barong. Dengan senyum hangatnya Mila menjemputku dan membawaku pulang ke rumah bersahaja. Masih dengan halaman luasnya menyambutku dengan kokoh, kini dengan atap barunya yang teduh tegak berdiri memayungi semua kendaraan yang diparkir di halamannya setiap hari. Udara dingin kembali menusuk sesaat setelah senja menjelang berganti malam yang ditandai dengan kumandang adzan magrib, hangat teh semerbak mewangi dalam cangkir menjadi pengahat yang mujarab sebelum menikmati dinginnya air wudhu. Setelah berjamaah dengan Mila, ia mengajakku untuk bercengkrama bersama anggota keluarga yang lain. Luna sudah 6 bulan dan kali ini mirip dengan bayi yang di ice age itu lho, sementara mbak Sonya dan mas Tono tampak bahu membahu menjaganya dengan telaten. Selain keluarga inti di malam itu hadir pula Koh Ming yang mulai rajin melakukan Personal Social Responsibility dengan membantu merawat penduduk desa yang sakit melalui energi Chi-nya. Indri dan keluarganya pun tampak tengah duduk mengantri untuk dipijat oleh Koh Ming.

Dari kegelapan malam muncul seorang wanita mengendarai Grand, yang kemudian diperkenalkan padaku sebagai Jeng Sri. Ia sebetulnya hendak dipijat oleh Koh Ming, namun karena antrian masih panjang, Mila mengajak kami untuk menikmati pecel kertosono. Pecel pedas yang porsinya mengingatkanku pada Gultik, dimana nikmat makanannya baru terasa setelah piring yang ke dua hehehehehehe.

Kota Warujayeng mulai sepi saat jam menunjukan pukul 9, aku dan mila berjalan berdua mengitari pasar yang terletak pas di depan rumah. Kami berniat mencari pulsa Im3 buat internetan :) beberapa orang tampak masih duduk di depan rumah sementara beberapa pedagang makanan tampak masih bersemangat melayani para penikmat kuliner malam di Warujayeng.

Kuliner di kota ini mengingatkanku pada kampung halamanku di Solo, semakin malam pedagang makanannya semakin banyak. Di malam terakhir Mila mengajakku menikmati wedhang cemuwe yaitu roti tawar yang dipotong-potong diberi gula, kacang, kacang hijau dan bubur mutiara lalu disiram dengan santan panas hmmmmm terasa hangat dan ringan, namun malam itu karena kami kemalaman jadi nikmatnya cewmuwe kami seruput tanpa kacang hijau dan bubur mutiara :)

Dinginnya malam di Warujayeng memang menawarkan sejuta kisah yang selalu kurindu, kesederhanaan yang bersahaja jauh dari hiruk pikuk kota dengan tingkat polutan yang begitu tinggi.


Friday, February 05, 2010

Rumah Dara

Sembilah puluh menit menahan nafas bersama gergaji mesin yang berputar menyeringai memamerkan geriginya yang tajam untuk memuncratkan cairan merah segar. Alunan mendayu keroncong yang mengiringi setiap teror membungkam erangan kesakitan saat pisau-pisau tajam mulai menyayat kulit dan sedikit demi sedikit mengupas daging segar hingga cairan merahnya mengalir perlahan.

Sesaat aku tertegun melihat sajian artistik bergaya art nouveu kolonial belanda di dalam rumah yang berdiri kokoh sejak era 1880an. Potongan kepala binatang yang diawetkan dipajang berjejar berdampingan dengan berbagai senjata api dan tajam kuno. Pada bagian tengah terdapat sebuah proyektor film seluloid menayangkan sebuah rekaman dokumentasi keluarga. Tampak tiga anak yang tekun mempelajari anatomi tubuh manusia, gambar selanjutnya adalah seorang pria yang diikat di kursi dengan kepala yang ditutupi kantung kresek. Sesaat kemudian anak-anak itu mendekati pria tersebut, kemudian seorang ibu melangkah mendekati ke tiga anak tersebut kemudian membukakan gulungan kain yang berisi berbagai pisau daging.

Tusuk konde hitam tajam berbahan logam dengan ujung yang membentuk lingkaran tampak anggun menjaga gulungan rambut Dara. Rambut yang hitam itu tiba-tiba tergerai seiring dengan cairan merah yang kembali membasahi lantai. Ujung tajam logam hitam itu mulai menyentuh kulit dan terus menusuk daging segar, begitu jelas dengan warna merah kehitaman saat logam itu berputar menyayat luka yang lebih lebar.

Lantai marmer yang kokoh dan dingin tampak licin dan anyir, warnanya yang putih gading perlahan mulai menjadi merah tua. Di beberapa bagian tampak menggumpal terkena udara dingin malam itu, namun lelehan merah tua itu terus mengalir perlahan dan terus bertambah sepanjang sembilan puluh menit yang mencekam.



Thursday, February 04, 2010

Los Brengos

Semut beriring yang melintas di antara bibir atas dan hidung kami kini mulai bergerak acak, barisan yang rapi itu perlahan mulai chaos seiring dengan penambahan massa yang berkali-kali lipat. Kondisi ekstrim tetap dimiliki Rully, melingkar panjang di sudut kanan dan kiri, kedua aku dengan ketebalan di bagian tengah lalu wawan walaupun jarang namun tampak sedang chaos sekali. Kami pun membahas kenyamanan dalam merawat peternakan semut ini, satu tips yang diwejangkan Rully pada kami adalah jangan melirik kerok jenggot di super market. Tips ini cenderung manjur untuk menguatkan tekad dan kami pun segera merapatkan barisan serta menyatukan langkah demi Los Brengos.

Sebuah identitas counter culture terhadap metroseksual yang sedang mendominasi belantika dandanan pria. Kami mengadopsinya dari penjual tesate dengan gaya kumis legendarisnya itu. Menebal di tengah dan melingkar di bagian tepinya. Menjadi trend setter bukan hal mudah, selalu dibutuhkan upaya berkali-kali lipat untuk menjadi pioneer.

Kami berkumpul malam ini di warung makan yang memiliki nama mirip toko besi. Indah Jaya, sebuah brand name gaya sansakerta untuk mengkomunikasikan obsesi sang pemilik merek. Perbincangan mulai berlangsung seru saat membahas belantika di kancah perkumisan beserta ide-ide yang tercetus dari photo session, bikin t-shirt hingga membuat group di facebook.

Rembug poro brengoser ini berakhir tepat di jam 9 saat rully menyadari semakin menipisnya persediaan angkot menuju rusun. Kami pun kembali ke peraduan masing-masing dengan wajah bersahaja, gemah ripah wibawa mukti.




Wednesday, February 03, 2010

Pensil Terbang

Gang Pancasila kulalui dengan vespa merahku, gang sempit yang hanya bisa dilalui dua motor ini membelah hunian padat penduduk di Gondomanan. Aku terus menyusuri ke arah kali Code, hingga menemui studio seni yang damai diantara hiruk pikuk Yogyakarta, berwarna mencolok dengan perpaduan desain arsitektural Bali dan Jawa.

Seorang sahabat yang selalu memiliki antusias untuk bermain tinggal di sini. Sapaannya yang ramah selalu menyambutku untuk mulai berdiskusi panjang. Biasanya dengan ditemani segelas teh hangat kami mulai bercerita tentang karya, saat sebuah ide muncul memicu hasrat serta semangat untuk bermain, mewujudkan fantasi imajiner yang terus melayang di kepala. Setiap detil bentuk terus bermunculan seiring dengan tangan yang mulai membuat cetakan lilin. Paduan bentuk minimalis dengan komposisi warna es krim batang rasa buah berisi kerang-kerang cantik menjadi hasil kerja seni yang mendominasi tempat itu.

Mas Andi masih mirip Pak Sumbo kah?




Dikunjungi Jogja

Benakku kembali melayang ke ruko tepi kali Code. Sesaat setelah memarkir vespa merahku, ambil absen lalu menunggu satu persatu mahasiswaku masuk ke kelas. Copywriting Class begitu kami menyebut acara tersebut, sebuah ajang diskusi iklan di Modern School of Design yang berbobot 2 SKS. Iklan menjadi topik utama yang kita bedah dalam 25 sudut pandang, kadang beberapa sudut pandang baru bergabung belakangan karena mereka baru datang ke kelas. Di sini kita mencoba menyadari keberadaan iklan hingga produk yang selama ini mereka beli secara inersia. Diskusi kadang berlangsung menyenangkan satu persatu dari mereka mengutarakan opininya tentang sebuah produk, pengalaman pribadi hingga testimoni menjadi bumbu menyenangkan saat mereka memaknai sebuah iklan. Masih dalam konteks yang sama siang ini, mereka datang mengunjungiku. Senang rasanya melihat kembali wajah-wajah segar penuh ide yang siap diledakkan, darah-darah muda yang haus segarnya jus kreatifitas dan semangat berapi-api untuk bermimpi merubah dunia. Mereka berkumpul di garasi kantor di selatan hiruk pikuk ibu kota, kembali berdiskusi, tertawa bersama merasakan pijar-pijar mereka yang perlahan mulai bersinar terang
Matur suwun sampun dugi dateng Double Tape

PPD

Nafas memburu diantara raungan gas yang mengerang garang melalui lintasan trayek mengejar target setoran harian. Lengkingan suara kenek berteriak lantang menawarkan pemberhentian berikutnya. Manuver cepat dan lihay pun dilancarkan untuk melesat cepat melintasi rintangan kemacetan yang terus menghampiri tanpa henti. Fluktuasi percepatan dan perlambatan terjadi begitu ekstrim meningkatkan adrenalin untuk berfikir cepat mengantisipasi semua kemungkinan yang akan terjadi.
Dipicu rocknroll sangat cadas di telingaku.

Pemakzulan

makzul v berhenti memegang jabatan; turun takhta;
memakzulkan v 1 menurunkan dr takhta; memberhentikan dr jabatan; 2 meletakkan jabatannya (sendiri) sbg raja; berhenti sbg raja;
pemakzulan n proses, cara, perbuatan memakzulkan

Sekedar penasaran membaca beberapa headline berita banyak menggunakan kata ini, nah secara definisi pemakzulan ini secara bebas bisa disinonimkan dengan kudeta. Hmmm indahnya keragaman bahasa Indonesia mulai dapat kurasakan, tentu pemakzulan secara rasa berbeda dengan kudeta. Pemakzulan terasa lebih halus dan lebih sopan.